Kamis, 31 Maret 2016

Kopi Tragedi yang Nikmat

Pada bulan Januari 2016 kemarin, Indonesia dihangatkan oleh tragedi kopi sianida. Kopi Vietnam yang menewaskan Mirna ini langsung menjadi kopi favorit di banyak kafe-kafe yang menjualnya. Tragedi tersebut membuat kopi asal Vietnam terkenal dengan cepat, bahkan orang-orang yang awalnya tidak tahu tentang kopi Vietnam. Bahkan banyak kafe yang awalnya tidak menjual kopi Vietnam, menambahkan kopi tersebut ke daftar menu.

Kopi yang diseduh dengan cara dan alat khusus bernama Vietman drip ini memiliki rasa yang unik. Rasa pahit yang dimiliki semua kopi, gurih susu kental manis, dan disajikan dengan es batu.

Proses penyeduhan kopi ini lebih lama dibandingkan penyeduhan kopi jenis lainnya karena proses penyeduhannya dilakukan seperti menyuling. Vietnam drip diletakkan pada bibir cangkir kemudian bubuk kopi ditempatkan pada drip tersebut hingga penuh. Setelah itu barista akan menuangkan air panas ke bubuk kopi tadi. Tetes demi tetes kopi akan jatuh ke atas susu kental yang sudah dituangkan sebelumnya pada cangkir.Proses tersebut butuh kesabaran karena kopi menetes sedikit demi sedikit.

Setelah cangkir penuh, kopi dam susu kental manis diaduk hingga rata. Setelah diaduk, Anda dapat langsung menikmatinya, atau Anda dapat menuangkannya pada gelas yang sudah diberi es batu.

Selamat menikmati Kopi Vietnam.

Sumber gambar : http://akcdn2.azsg.opensnap.com/azsg/snapphoto/photo/LA/GTPQ/3BNAYC6C6D906581464AA5l.jpg

Senin, 28 Maret 2016

Mengolah Kopi Dengan Moka Pot

Bagi Anda penggemar kopi, pastilah tidak asing dengan moka pot. Ya, alat seduh esspresso bukan mesin ini, populer di kafe-kafe seluruh Indonesia.

Alat yang juga disebut percolator. Moka pot cukup populer karena, selain harganya yang murah, juga cara manggunaknnya yang simpel.

Bubuk kopi ditaruh diantara tabung atas dan tabung bawah, dialiri didihan air dari bawah yang lama-lama akan memenuhi tabung atas. Hasil didihan kopinya akan lebih kental dan nikmat. Kekentalan kopi ini karena hasil kopi yang disajikan adalah uap dari air yang mendidih dan melewati biji kopi.

Ada bermacam-macam bentuk dari moka pot ini, Tetapi bentuk aslinya adalah poci yang memiliki sudut-sudut dan berbentuk segi delapan.

Moka pot ditemukan oleh Alfonso, ayah dari Renato Bialetti, orang yang dijuluki sebagai "Raja Kopi". Sang Raja Kopi ini meninggal dunia pada Jumat (19/2/2016). Abu jenazahnya oleh tiga anak Renato disimpan dengan menggunakan moka pot dan disemayamkan di kampung halaman Renato di Montebuglio, sekitar 60 mil ke arah barat laut dari kota Milan, Italia. 

Selamat jalan "Raja Kopi".

Sumber gambar https://www.theculinarylife.com/wp-content/uploads/2009/07/moka-pot-4.jpg

Selasa, 15 Maret 2016

Arabica atau Robusta?

Dalam dunia kopi, ada berbagai macam jenis kopi. Yang paling dikenal dan paling mendunia adalah Arabica dan Robusta. Bagi ahli kopi istilah ini pasti sudah sangat dipahami dan apa pula yang membedakannya.

Penikmat kopi pemula, mungkin masih sulit membedakan mana kopi Arabica dan mana kopi Robusta. Sebenarnya perbedaannya cukup spesifik. Berikut ini sedikit perbedaan antara kedua jenis kopi tersebut.

Arabica
Kopi jenis ini menguasai 70% pasar kopi dunia. Tanaman kopi tumbuh di ketinggian 700-1700 mdpl dengan suhu optimal 16-20 derajat Celcius. Bau biji kopi yang dihasilkan lebih wangi. Ketika diseduh, akan terasa kental dimulut, tekstur lebih halus, dan terasa asam pahit.

Robusta
Memiliki rasa menyerupai cokelat dengan bau yang manis. Tanaman kopi tumbuh di bawah 700 mdpl. Ketika diseduh, tekstur kopi lebih terasa kasar. Kopi Robusta menguasai 30% pasar dunia.

Demikian tadi sedikit perbedaan Arabica dengan Robusta. Semoga membantu.

Minggu, 13 Maret 2016

Mencari Karakter Kopi

Kian banyak orang yang meminum kopi dan saling mendeskripsikan rasa kopi yang diminumnya. Mereka berlomba-lomba menjelaskan karakter kopi. Ada yang memadukan kopi dengan susu, gula, krimer, dan campuran lain.

Tahukah Anda bahwa cara tersebut sebenarnya salah? Namanya saja mencari karakter kopi, kopi ya kopi buka kopi gula, kopi krimer, kopi susu, dan kopi bla bla bla lainnya. Menikmati kopi dan mendapatkan karakternya yang paling benar adalah tanpa campuran apapun, hanya bubuk kopi murni yang diseduh.

Memberi campuran pada kopi sebenarnya akan menutupi karakter asli dari kopi tersebut. Rasa yang muncul hanyalah kopi biasa, dan bila dideskripsikan akan menjadi kopi yang memiliki rasa yang umum saja. Rasa kopi yang umum adalah pahit semata.

Jika memang Anda tidak suka dengan pahitnya kopi namun Anda tetap ingin mengetahui karakter kopi, maka cara yang tepat adalah pairing atau menjodohkan kopi dengan camilan yang memiliki rasa manis.

Sumber gambar : http://www.dumblittleman.com/wp-content/uploads/2007/12/coffee.jpg

Supaya Kopi Enak Di Lidah

Menikmati kopi terdengar seperti hal sepele di telinga, namun tahukah Anda bahwa jika Anda meminumnya dengan cara-cara yang dianjurkan maka kopi akan terasa lebih nikmat? Menikmati kopi adalah cara penikmat kopi menghargai cita rasa seduhan kopi.

Setiap jenis kopi memiliki aroma dan rasa masing-masing yang khas. Pertama, cium dulu aroma kopi ketika baru saja disiajikan. Aroma dari kepulan asap kopi akan membawa Anda menuju persepsi lain dari kopi.

Selanjutnya adalah menyeruput kopi secara perlahan dari bibir cangkir atau gelas kopi. Biarkan cairan melewati setiap mili dari mulut dan cobalah deskripsikan rasanya dalam hati. Selalu ingat untuk menyeruput, jangan meneguk karena akan mengurangi sensasi meminum kopi.

Yang terakhir adalah pasangkan kopi dengan teman yang tepat. Di kafe-kafe yang berfokus pada kopi pasti akan menyandingkan kopi dengan teman yang tepat seperti biskuit, gorengan, dan camilan-camilan yang manis. Cara yang terakhir ini disebut dengan pairing. Cara ini dilakukan untuk mengurangi rasa yang mengganggu ketika menikmati kopi. Pairing yang benar adalah jangan biarkan kopi dan camilan di dalam mulut secara sendiri-sendiri. Padukan keduanya dalam mulut sehingga Anda akan benar-benar menikmati secangkir kopi yang berkelas.

Selamat menikmati secangkir bersemangat Anda.

Sumber gambar : http://kopilelaki.com/artikel/wp-content/uploads/2015/08/kopi-enak.jpg

Sabtu, 12 Maret 2016

Kopi Sebagai Gaya Hidup

Semakin hari, semakin banyak orang yang suka meminum kopi apapun jenisnya, espresso, tubruk, cappucino, latte, tarik, dll. Semakin banyak pula orang yang beranggapan bahwa dalam sehari harus meminum kopi, atau kalau tidak minum kopi konsentrasi akan kurang. Anggapan-anggapan tersebut yang menandakan bahwa kopi kini menjadi sebuah gaya hidup.
Penikmat kopi yang benar-benar tidak segan-segan mengeluarkan biaya lebih untuk sekedar minum kopi. Berbagai macam daerah di datangi untuk mendapatkan kopi asli setiap daerahnya. Cukup berlebihan memang, tetapi itulah gaya hidup, hobi, cinta, passion.
Hal unik yang terjadi ketika ada tren baru adalah banyak orang yang mendadak ahli dalam bidang tren tersebut dalam hal ini kopi. Saat ini menjamur orang yang mendadak ahli kopi, entah ilmu yang didapat dari mana, dan tentu saja kepopuleran mereka mengalahkan yang benar-benar ahli tentang kopi.
Belajar ilmu tentang kopi memang mudah, tetapi untuk menjadi ahli kopi itu tidak mudah.Seseorang perlu mempelajari mulai dari penanaman pohon kopi, pemanenan, sortir, roasting, menggiling, menyeduh, menyajikan, bahkan hingga cara menikmati kopi.

Biji Kopi Hijau yang Baik

Proses pengolahan kopi sebelum menyangrai biji kopi adalah mengupas buah kopi. Cara mengupas buah kopi pun bermacam-macam, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh petani kopi. Pengupasan buah kopi lebih sering dijumpai adalah dengan cara ditumbuk.
Proses penumbukan ini akan memecah buah kopi dan memisahkan dengan biji kopinya. Cara ini sebenarnya kurang efektif karena resiko terjadinya biji kopi ikut pecah sangat besar. Jarang sekali petani kopi yang memperhatikan kejadian tersebut. Sehingga akhirnya biji kopi yang pecah dan yang utuh dicampur jadi satu dan dijual.
Jika Anda adalah pembeli biji kopi dari petani yang semacam itu, maka ada proses yang tidak boleh Anda lewatkan yaitu mensortir biji kopi. Biji kopi dibedakan menjadi beberapa, biji kopi yang pecah total, pecah sebagian, biji besar, dan biji kecil.
Biji kopi yang pecah akan membuat rasa kopi setelah diseduh menjadi terlalu pahit dan tidak enak.
Telitilah dengan yang Anda beli dan yang Anda jual.
Submit Expresswww.submitexpress.com